A.
PENGERTIAN
Penduduk adalah warga negara
Indonesia dan orang asing yang bertempat tiinggal dinegara tersebut. Misalnya seperti warga negara Republik
Indonesia dan juga warga negara asing yang tinggal di Republik Indonesia. Tidak akan pernah ada masyarakat maupun
kebudayaan apabila tidak ada penduduk. Penduduk membutuhkan kebudayaan dan
masyarakat seperti media di mana penduduk dapat mengekspresikan aspek
sosialnya. Di samping itu, penduduk juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana
bagi penduduk untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Sedangkan Kependudukan adalah hal yang
berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran,
perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas dan kualitas serta
ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Studi
kependudukan mempelajari secara sistematis perkembangan, fenomena dan
masalah-masalah penduduk dalam kaitannya dengan situasi sosial di
sekitarnya. Ilmu kependudukan adalah lebih menyerupai studi antar disiplin
ilmu yang dipadu dengan analisis demografi yang lazim diberi istilah Demografi
Sosial. Disiplin lain banyak berhubungan dengan demografi antara lain
matematika, geografi, sosilogi, ekonomi, kedokteran.
B. MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4
setelah Amerika Serikat. Selain jumlah penduduknya yang besar, luasnya negara
kepulauan, struktur kependudukan di Indonesia dll membuat masalah kependudukan semakin
dan tidak meratanya penduduk membuat Indonesia semakin banyak mengalami
permasalahan terkait dengan hal kependudukan. Negara Indonesia yang memiliki
semua sumber daya alam maupun sumber daya manusia sepertinya belum muncul ke
permukaan 100%, masih banyak yang belum tergali, sehingga Negara Indonesia
terkesan lambat dalam proses pembangunannya. Dengan jumlah penduduk yang terus
meningkat setiap tahunnya, Negara Indonesia belum mampu menyejahterakan semua
penduduknya. Berbagai dampak atas banyaknya penduduk yang belum sejahtera akan
mengakibatkan berbagai persoalan yang berhubungan dengan kependudukan. Tidak
hanya itu, faktor geografi, tingkat migrasi kompleks dan juga menjadi hal yang
perlu mendapatkan perhatian khusus guna kepentingan pembangunan manusia
Indonesia.
Adapun
masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain:
1) Demografis
1)
Besarnya
Jumlah Penduduk (Over Population)
Besarnya sumber daya manusia
Indonesia dapat di lihat dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar
di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat
adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai
angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk
Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk
Indonesia semakin bertambah.
2)
Tingginya
Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Peningkatan penduduk dinamakan pertumbuhan penduduk. Angka
pertumbuhan penduduk Indonesia Lebih kecil dibandingkan Laos, Brunei, dan
Filipina. Terkait dengan jumlah penduduk yang
tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalat
tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk
membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat. Semakin besar persentase
kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya
membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin
banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan
prasaranan, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam
rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul
program KB dan kini ditangani olah BKKBN.
3)
Persebaran
Penduduk Tidak Merata
Kepadatan penduduk merupakan
perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Ukuran yang
digunakan biasanya adalah jumlah penduduk setiap satu km2 atau setiap 1mil2. permasalahan
dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Dari kepadatan
Penduduk dapat menimbulkan masalah misalnya pengangguran, kemiskinan,
kriminalitas, pemukiman kumuh. Berdasarkan sensus penduduk dan survey
penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan
provinsi yang lain tidak merata.
Di Indonesia sendiri terjadi konsentrasi
kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah
penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat
pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya
berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan
akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
Ciri-ciri
Tempat Tinggal yang biasa dipilih penduduk:
- Kesuburan tanah
- daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
- Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal.
- Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
- Sumber air
- Perhubungan atau transportasi
- Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan.
2) Non Demografis Bersifat Kualitatif
1). Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah
Usaha untuk terus meningkatkan
kualitas hidup manusia Indonesia terus disiapkan. Namun, tingkat kesehatan
penduduk lama kelamaan bukan semakin maju malah semakin rendah. Padahal
pemerintah sudah mengupayakan dengan berbagai cara misalkan dengan memberikan solusi
atau pilihan dengan berobat gratis di puskesmas misalnya.
Tingkat Kematian semakin bertambah
dapat kita lihat pada angka kematian pada bayi, hal seperti itu menunjukkan
bahwa kondisi lingkungan dan kesehatan dimasyarakat tidak baik.
Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan oleh :
- Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
- Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
- Gizi yang rendah.
- Penyakit menular.
- Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah :
- Terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada
perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia.
- Jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek
pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat
bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Mengadakan perbaikan gizi masyarakat
terutama didaerah tidak mampu.
2) Pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular dengan cepat.
3) Penyediaan air bersih dan sanitasi
lingkungan.
4) Membangun sarana-sarana kesehatan,
seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5) Mengadakan program pengadaan dan
pengawasan obat dan makanan.
6) Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan
gizi dan kebersihan lingkungan.
2) Pendidikan Yang Rendah
Didalam Negara yang masih berkembeng tingkat
pendidikan nya masih relatif rendah dibandingkan dengan dinegara maju. Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
- Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah relatif rendah.
- Besarnya jumlah anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan
penyediaan sarana pendidikan.
- Pendapatan penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang
ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah :
- Sangat rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga
indonesia harus mendatangkan tenaga pengajar dari luar negri atau dari
negara maju, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak
mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam
pembangunan.
- Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya
masyarakat menerima hal-hal yang baru seperti perubahan pada teknologi.
Dari hal ini sudah terlihat bahwa masyarakat jadi tidak bisa merawat hasil
pembangunan dengan benar , sehingga banyak fasilitas umum yang rusak
karena ketidakmampuan dan ketidakfahaman masyarakat memperlakukan hasil
pembangunan pemerintah itu.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan dibidang pendidikan :
1) Pencanangan wajib belajar 12
tahun.
2) Mengadakan proyek belajar jarak
jauh seperti SMP Terbuka dan UniversitasTerbuka.
3) Meningkatkan sarana dan prasarana
pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan,
laboratorium, dan lain-lain).
4) Meningkatkan mutu guru melalui
penataran-penataran.
5) Menyempurnakan kurikulum sesuai
perkembangan zaman.
6) Mencanangkan gerakan orang tua
asuh.
7) Memberikan beasiswa bagi siswa
yang berprestasi dan tidak mampu.
3) Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin
3) Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin
Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah
yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut
PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di bawah
garis kemiskinan. Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang
terlihat signifikan.
Selain
kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat jelas di
Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah diam saja dengan
kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara Indonesia memiliki
jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.
Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita
rendah, hal ini disebabkan oleh:
- Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan
lain-lain.
- Jumlah penduduk banyak.
- Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan per kapitanya, negara digolongkan menjadi
3, yaitu:
- Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
- Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
- Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan
adalah:
- Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang
ekonomi kurang berkembang baik.
- Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil
pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial
menengah ke atas.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Menekan laju pertumbuhan penduduk.
2) Merangsang kemauan berwiraswasta.
3) Menggiatkan usaha kerajinan rumah
tangga/industrialisasi.
4) Memperluas kesempatan kerja.
5) Meningkatkan GNP dengan cara
meningkatkan barang dan jasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar