Jumat, 30 September 2016

KEPENDUDUKAN


A. PENGERTIAN

        Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tiinggal dinegara tersebut. Misalnya seperti warga negara Republik Indonesia dan juga warga negara asing yang tinggal di Republik Indonesia. Tidak akan pernah ada masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada penduduk. Penduduk membutuhkan kebudayaan dan masyarakat seperti media di mana penduduk dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, penduduk juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi penduduk untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.

 Sedangkan Kependudukan adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran, perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas dan kualitas serta ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Studi kependudukan mempelajari secara sistematis perkembangan, fenomena dan masalah-masalah penduduk dalam kaitannya dengan situasi sosial di sekitarnya. Ilmu kependudukan adalah lebih menyerupai studi antar disiplin ilmu yang dipadu dengan analisis demografi yang lazim diberi istilah Demografi Sosial. Disiplin lain banyak berhubungan dengan demografi antara lain matematika, geografi, sosilogi, ekonomi, kedokteran.

B. MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

   Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah Amerika Serikat. Selain jumlah penduduknya yang besar, luasnya negara kepulauan, struktur kependudukan di Indonesia dll membuat masalah kependudukan semakin dan tidak meratanya penduduk membuat Indonesia semakin banyak mengalami permasalahan terkait dengan hal kependudukan. Negara Indonesia yang memiliki semua sumber daya alam maupun sumber daya manusia sepertinya belum muncul ke permukaan 100%, masih banyak yang belum tergali, sehingga Negara Indonesia terkesan lambat dalam proses pembangunannya. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya, Negara Indonesia belum mampu menyejahterakan semua penduduknya. Berbagai dampak atas banyaknya penduduk yang belum sejahtera akan mengakibatkan berbagai persoalan yang berhubungan dengan kependudukan. Tidak hanya itu, faktor geografi, tingkat migrasi kompleks dan juga menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus guna kepentingan pembangunan manusia Indonesia.
Adapun masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain:

1)  Demografis

1)   Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population)

Besarnya sumber daya manusia Indonesia dapat di lihat dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah.


2)   Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk

Peningkatan penduduk dinamakan pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk Indonesia Lebih kecil dibandingkan Laos, Brunei, dan Filipina. Terkait dengan jumlah penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalat tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat. Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasaranan, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KB dan kini ditangani olah BKKBN.

3)   Persebaran Penduduk Tidak Merata

Kepadatan penduduk merupakan perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Ukuran yang digunakan biasanya adalah jumlah penduduk setiap satu km2 atau setiap 1mil2. permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Dari kepadatan Penduduk dapat menimbulkan masalah misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.
 Di Indonesia sendiri terjadi konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.



Ciri-ciri Tempat Tinggal yang biasa dipilih penduduk: 

  • Kesuburan tanah
  • daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya. 
  • Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal.
  • Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
  •   Sumber air
  • Perhubungan atau transportasi
  • Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan. 


       2) Non Demografis Bersifat Kualitatif

1). Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah

Usaha untuk terus meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia terus disiapkan. Namun, tingkat kesehatan penduduk lama kelamaan bukan semakin maju malah semakin rendah. Padahal pemerintah sudah mengupayakan dengan berbagai cara misalkan dengan memberikan solusi atau pilihan dengan berobat gratis di puskesmas misalnya.
Tingkat Kematian semakin bertambah dapat kita lihat pada angka kematian pada bayi, hal seperti itu menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan kesehatan dimasyarakat tidak baik.

Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan oleh :
  1. Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
  2. Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  3. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
  4. Gizi yang rendah.
  5. Penyakit menular.
  6. Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).

Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah :
  1. Terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia.
  2. Jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.

Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1)     Mengadakan perbaikan gizi masyarakat terutama didaerah tidak mampu.
2)     Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dengan cepat.
3)     Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
4)     Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5)     Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
6)     Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.


2)   Pendidikan Yang Rendah
         
           Didalam Negara yang masih berkembeng tingkat pendidikan nya masih relatif rendah dibandingkan dengan dinegara maju. Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:

  1. Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah relatif rendah.
  2. Besarnya jumlah anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
  3. Pendapatan penduduk di Indonesia rendah.
                  
          Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap      pembangunan adalah :

  1. Sangat rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga indonesia harus mendatangkan tenaga pengajar dari luar negri atau dari negara maju, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
  2. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru seperti perubahan pada teknologi. Dari hal ini sudah terlihat bahwa masyarakat jadi tidak bisa merawat hasil pembangunan dengan benar , sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan dan ketidakfahaman masyarakat memperlakukan hasil pembangunan pemerintah itu.

Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan dibidang pendidikan :
1)      Pencanangan wajib belajar 12 tahun.
2)      Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan       UniversitasTerbuka.
3)      Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah,    perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
4)      Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
5)      Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
6)      Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
7)      Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi dan tidak mampu.


3)  Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin
           Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.  Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat signifikan.
           Selain kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.
Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
  1. Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
  2. Jumlah penduduk banyak.
  3. Besarnya angka ketergantungan.

Berdasarkan pendapatan per kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
  2. Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
  3. Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.

Dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
  1. Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
  2. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.

Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1)     Menekan laju pertumbuhan penduduk.
2)     Merangsang kemauan berwiraswasta.
3)     Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
4)     Memperluas kesempatan kerja.
5)     Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Pengantar Animasi & Desain Grafis #

Berikut Link Youtube Tugas Pengantar Animasi & Desain Grafis # : https://youtu.be/OvJBqh7M6No